Syukuran Rumah Baru, Perlu Apa Nggak?
Posted by keynoSep 14
.jpg)
Yah seperti temanya, aku bingung nih, syukuran itu perlu gak sih saat kita menempati rumah baru?
Sbg orang Indonesia, aku sering banget melihat orang mengadakan syukuran, baik itu syukuran rumah baru, syukuran kelahiran, syukuran habis sakit, de el el.
Aku ini orang Indonesia, jadi mau gak mau , langsung gak langsung sepertinya tuntutan untuk membuat syukuran itu harus ada (kadang bukan keinginan sendiri tapi disuruh ma orang terdekat).
Kenapa tiba2 bicarain syukuran?
Masalahnya gini, tiba2 aja abang iparku teriak ke Dym
“Dym,,, ini rumahmu udah pernah syukuran gak?”
“Ngga , napa?”
“Masalahnya aku sering mimpi bburuk disini cing”
“Ah lu mah nggak dimana juga mimpi buruk terus bawaannya”
Ah aku jadi kepikiran.
Apakah benar rumah ini karena tidak di syukuri jadi begitu (padahal ini bulan Ramadhan kan katanya semua Setan di iket, kok isa mimpi buruk yah?
Dan kepikiran juga, kebeneran abang iparku itu emang rutin bgt mimpi buruk,, bukan cuma disini doang heuhue
Katanya syukuran itu untuk nolak bala, sepaya rumahnya jadi bawa rezeki dan lain-lain.
Kok rasanya ntah kenapa sebagian dari aku ini ada yang nolak yah?
Aku fikir yah rezeki kan memang dari atas juga berdasarkan usaha kita.
Kalau tolak bala yah aku gak ngerti deh maksudnya juga apa, cuma aku fikir positive thinking itu akan membuat hawa rumah juga bagus.
Aku itu dulu hidupnya kaya orang zaman purba, pindah sana pindah sini (ngontrak cing).
Dalam perjalanan ngontrak itu kayanya udah 2 x ngadain syukuran.
Dan yang paling besar itu kontrakan rumah terakhir.
aku ngundang ibu2 pengajian se RT, hueahuae.
Nah terus, ternyata dari ngontrak 1 tahun disana aku cuma nempati 6 bulan aja, karena 6 bulan nya aku udah ngebeli rumah euy (cuit cuit).
Nah di rumah sini nih aku (udah hampir 2 thn) blum ngadain syukuran.
Mmhhh ngaruh gak yah?
Memang sih selama disini aku mengalami beberapa musibah.
1. Saat belum di tempati, saat masih renovasi hari ke-7, tiba2 ada yang curi Pompa Air (letaknya di teras).
2. Waktu Lagi Liburan 1 bulan rumah ditinggal kosong, aman, tapi pas liburan 4 hari, kali ini sang Maling masuk kerumah dan hampir membawa se isi rumah. Astarfillagh,,,, (Yah udah di ikhlasin)
Mmmh,, aku jadi semakin bertanya perlukah syukuran,,,?


Syaikh Al-Fauzan ditanya mengenai masalah ini, maka beliau menjawab, “Tidak mengapa mengadakan pesta (undangan makan) ketika pindah ke rumah baru, dengan mengundang teman-teman dan karib kerabat, jika dia mengerjakannya semata-mata untuk mengungkapkan kesenangan dan kegembiraannya. Adapun jika acara itu disertai dengan keyakinan bahwa acara itu bisa mencegah kejelekan jin, maka mengerjakan amalan ini tidak boleh, karena itu adalah kesyirikan dan keyakinan yang rusak. Adapun jika dikerjakan karena adat, maka tidak masalah.”[Dinukil dari Al-Muntaqa jilid 5 no. 444]
Dan Syaikh Ibnu Utsaimin ditanya dengan teks soal sebagai berikut: Telah membudaya di tengah-tengah manusia, bahwa siapa saja yang pindah ke rumah baru atau membeli rumah baru atau dia mendapat pekerjaan atau dia naik jabatan atau yang semisalnya, maka dia mengadakan semacam acara makan-makan. Apa hukum amalan ini?
Beliau menjawab, “Ini termasuk dari pesta-pesta yang mubah, maka boleh bagi seseorang untuk mengadakan acara ketika dia pindah ke rumah baru atau ketika dia lulus -misalnya-. Yang jelas, jika pestanya diadakan karena adanya moment tertentu, maka tidak ada masalah.”
[Dinukil dari Fatawa Muhimmah li Muwazhzhifil Ummah]
Wallahu A’lam
Sumber : http://almakassari.com/?p=76, Oleh : Ustadz Hammad Abu Mu’awiyah, Judul: Hukum Syukuran Menempati Rumah Baru