Bukan cuma di Indonesia aja, mungkin banyak negara yang memang mengandalkan nilai di atas kertas alias”ijazah” dibandingkan dengan skill.

Salah?

nggak juga sih, kasian juga kalau yang udah capek-capek kuliah, bayar uang kuliah mahal-mahal, tapi gak kepake ijazahnya.

Walaupun ya,, gak di pungkiri kalau sekarang banyak juga yang kuliah cuma mau ngambil gelar “sarjana”nya doang.

Makanya menjamur kampus abal-abal, yang sarjana kadang cuma 2,8 tahun aja udah lulus.  (and di sini saya mengakui kampus saya yang dulu kurang lebih seperti ini, padahal kampus IT swasta pertama di Bandung, tapi sekarang lebih ngejar komersil).

Btw back to topic!
Kadang kasian ngeliatin teman punya skill bagus, yang gak jarang diantaranya otodidak, tapi berakhir tragis kalau dapetin pekerjaan.
Beda dengan orang yang udah punya ijazah, bisa dapat kedudukan yang cukup “lumanyun” di perusahaan,, santai gaji gede, kerja seperlunya, tapi ilmunya belum tentu lebih banyak dari temen kita yang blom ada ijazah nya.

Ada juga sih memang orang yang sudah punya ijazah, tapi toh belum tentu mendapatkan posisi, gaji, dan pekerjaan yang di cita-citakannya. Ayo ngaku siapa yang seperti ini ? :mrgreen:

Kalau menurut aku perkara ijazah ini “Tragedi” < lebay!

Kalau di tanya, banyakan mana orang sukses yang  punya ijazah apa kagak, otomatis yang punya ijazah.

Tapi toh yang kagak punya ijazah rata-rata yang memonopoli sitem perbisnisan, terutama teknologi. Gak usah lah yah di jelasin siapa, cari aja ke google, rata-rata orang gede teknologi pada lulusan  “DO” kampus.

Sistem perusahaan pun kacau, coba aja kalau liat di koran, semua rata-rata udah matok S1 untuk di rekrut.

Seakan-akan D3 kebawah itu gak kepake,, bahkan “invisible”

Kasimannn kasimannn,,,

Di negeri Uncle Sam sana,,
Perusahaan gedenya rata-rata sudah kebanyakan mencari karyawan berdasarkan skill.

Jadi paling di utamakan adalah sesi test psikologi dan keahliannya, lalu wawancara, kemudian nilai yang paling terakhir adalah angka-angka di ijazah.

Aku berdoa banget, semoga suatu saat kelak, perusahaan di Indonesia ini pun mau seperti itu.

Kalau Indonesia mau maju, eittss kejauhan lah yah,,, cukup kalau perusahaan mereka mau maju, lebih baik hilangkan unsur:

1. KKN << ini yang paling utama,,  biasanya isi perusahaan cuma sanak saudara, temen dan tetangga aja isinya .. kacaww

2. Penilaian terlalu tinggi terhadap “Kertas Angka” alias ijazah!

Dua itu doang sih,,,
kedepannya mungkin lebih baik cari yang benar-benar mampu sesuai dengan bidang yang di cari.

Last but not least,,
Bravi sepak bola Indonesia !!!!!!!!! :mrgreen: