OMNI INTERNATIONAL HOSPITAL.

WOW! Luar Biasa RS ini! Belakangan Masuk Berita dimana-mana?

Oh No No! Bukan Karena Kualitasnya yang super WAH tapi ternyata karena Rumah Sakit ini terkenal “PENYAKIT”NYA!

Mungkin RS ini segenap Manajemen, harus tau yang mana namanya Kritik, Saran, dan Pencemaran nama Baik.

Mau tau apa aja Penyakit nih RS?
1. Penyakit Profesional!
Ngakunya Profesional, eh gak taunya diminta Bukti2 keprofesionalan, seperti berkas kesehatan Pasien, eh malah nolak and malah mempermainkan Pasien. Cth Ibu Prita Mulya Sari, Mau berobat Malah Jadi tambah sakit. Eh Dia Nulis keluhan di detik malah di tuntut ke pengadilan. Al Hasil si ibu malah di penjara. Gelo! Nih Suratnya si Ibu

2. Penyakit INTERNATIONAL.
Ternyata gelar INTERNATIONALnya itu adalah Palsu alias tidak benar! Sebenernya ini adalah RS biasa saja, tidak ada sama sekali hubungannya dengan dunia INTERNATIONAL! Mungkin gelar INTERNATIONAL nya itu sengaja buat menarik perhatian biar dikata “wah”  atau jg agar tarifnya bisa Internasional juga. Ck Ck Ck !Lihat Aja NiH!

3. Penyakit Arogansi.
Udah Salah masih merasa benar.  Mereka memberi persyaratan yang mangkin menunjukkan kalau mereka salah. Ampun deh !Lihat aja nih!

4. Penyakit Ngeles.
Pinter deh kalau udah ngeles-ngelesan. Kemarin menuntut orang karena pencemaran nama baik, eh gak taunya malah makin tercemar namanya. Nih Lihat aja

5. Penyakit Tuntut-tuntutan.
Kalau merasa dirugikan orang sedikit aja langsung di tuntut, padahal dia lebih banyak merugikan orang lain. Yang terakhir pasien udah meninggal pun masih dituntut. Weleh-weleh -_-! !Lihat aja Nih!

Wah kira2 saya bakal dituntut gak yah seperti Ibu Prita Mulya Sari karena tulisan ini?

Rumah Sakit adalah wadah dan tempat mengadunya orang2 yang sakit, dimana sang pasien berharap rumah sakit tersebut dapat menyembuhkan penyakit sang pasien.

Dokter juga dianggap dewa oleh pasien, dimana pasien akan taat terhadap perintah dan saran yang di katakan sang Dokter terhadap pasien.

Tapi sepertinya Manajemen Omni (Non International) telah keliru dan menganggap bahwa RS hanyalah ajang bisnis semata. Sepertinya telah dibutakan oleh satu kata yaitu “Nominal”

Para Dokter, anda telah telah dilantik menjadi dokter dengan sumpah. Ingatlah selalu sumpah anda itu. Jangan terlena oleh rasa Hormat yang diberikan Pasien kepada anda sehingga andapun menjadi Merasa “Paling Kuasa”.

Hidup itu berkesinambungan, satu – yang – lain pasti akan selalu membutuhkan. Apabila anda baik, maka kebaikan yang anda peroleh, apabila anda buruk, maka keburukan yang anda peroleh.

Sekali lagi untuk seluruh manajemen RS di Indonesia ini terutama pihak RS OMNI (NON INTERNATIONAL) anda adalah naungan bagi para Pasien, berikan yang terbaik, toh pasien apabila sembuh tidak segan2 membayar segala biaya yang anda bubuhkan di kwitansi pembayaran, walaupun terkadang jumlah pembayaran tersebut melambung tinggi.

Pasien d RS sebenarnya tertekan.

1. Tertekan oleh Pneyakit.
2. Tertekan memikirkan biaya selama di Rumah Sakit.

Saya bukannya pembenci RS, karena saya benar2 RS adalah intitusi yang sangat membantu dan dibutuhkan di muka bumi ini, namun RS yg tipe ini nih yang merusak nama baik RS lainnya.

Saya juga gak membenci dokter, wong kakak ipar saya jaa dokter tojh. Cuman yg saya benci adalah apabila orang yang bergelar DOtter kemudian mendjadi sombong dan merasa yg sok paling tahu karena gelarnya tersebut.

Ya sudah. Saya tunggu saja perkembangan selanjutnya dari RS ini.

Good Night.