Ketika Cinta Bertasbih
Film : Ketika Cinta Bertasbih

Sutradara : Chaerul Umam.

Pemeran utama :

M. CHOLIDI ASADIL ALAM sbg. AZZAM
OKI SETIANA DEWI
sbg. ANNA
ALICE SOFIE NORIN
sbg. ELIANA
ANDI ARSYIL RAHMAN P.
sbg. FURQON
MEYDA SEFIRA
sbg. HUSNA

Nilai : 7

Kategori : Drama – Religius

! Layak Tonton !

Komentar : - Tidak Sesuai Harapan -

Ini adalah film yang memang termaksud aku nantikan.
Bukan karena aku penggemar novelnya, tapi sejujurnya alasan nomer 1 karena pemeran utama cewenya aku kenal :) anak Batam gitu loh :D.

Sudah hampi 3 bulan rasanya aku menunggu-nunggu film ini, dan juga mulai mencari-cari referensi mengenai novel yang di katakan bagus ini.

Sampai akhirnya tadi pagi, 11 juni, aku buru2 bayar semua tagihan di Bank, habis itu jam 2 akhirnya sampai di BSM trus beli tiket. Aku memang sengaja beli sekarang untuk di tonton sore pikirku.

Eh  ternyataaaa aku beli jam 2 sore , dapetnya yang jam 9.35 malem (WADUH!)
Udah gitu dapetnya kursi nomer 2 dari depan paling kiri (WAW!)

Aku geleng2 kepala, dalam hati berpikir “Wah Sukses Berat Nih Pilem”
Aku jadi bersemangat dan gak sabr untuk nunggu jam 9.35 malem.
Aku pun membawa angan2 dan harapan yang besar terhadap film ini.

Sampai akhirnya tadi aku menonton dan,,,,,,
SIRNA semua harapanku :(

Ternyata tidak sesuai dengan yang aku harapkan.
Padahal menurutku harapanku ini pun tidaklah terlalu berlebihan.

Kecewa 1:

Awalnya, plot film ini sangat lamban.
Aku pun bersabar menunggu klimaks film ini, aku berpikir mungkin alur lamban ini agar kita mengerti seluk beluk film nantinya (berharap film ini berlika liku dan plot nya mundur maju).
Namun ternyata sampai akhir filmnya memang beralur datar alias tanpa klimaks (atau mungkin sebenernya ada klimaks, tapi gak nyampe).

Kecewa 2:

Di awal film ada momen yang sangat mengecewakan.
Tepatnya wktu lagi acara BBQ dimana Temennya Bokap si Eliana dateng, jadi yang disuruh bakar ikannya si Azzam.

Nah disitu aku benar2 gak ngerti pada efect film itu.
Ikan bakarnya dikasih efek2 gak penting.
Kemudian ntah mengapa di scene itu, sepertinya kamera terlalu soft, atau itu memang efect diluar kamera mungkin berasal dari software.
Orang2nya pada bersinar badannya dan mukanya, uda jadi kaya malaikat.
Yang terpikir olehku, bahwa saat merekam, ternyata efect sinar tidak bagus dan kelihatan video jadi kelihatan gelap, jadi ditambahlah efek sinar2 dan soft nya dari software. Berharap akan menjadi terang, padahal jadi aneh.

Kecewa 3:

Filmnya loncat-loncat tanpa penjelasan.

TIba2 azzam lulus, tiba2 Anna udah di Solo padahal katanya mau ke KL dulu, tiba2 Furqon di tempat tidur tanpa Busana, dan banyak tiba2 lainnya.

Sebenernya ketiba-tibaan ini bukanlah masalah asal ada penjelasan.
Misalnya pada saat Anna di Solo, harusnya ada tulisan beberapa bulan kemudian kek, atau setelah kembali dari KL kek, yah atau sejenis itu. Jangan langsung melompat.
Trus waktu si Furqon di tempat tidur, harusnya diperlihatkan dulu dia sempat minum2 sama si cewe yang menjebaknya itu.

Yah intinya, harusnya ada tulisan kecil untuk penjelasannya.

Kecewa 4:

Penempatan lagunya kok gak pas di telinga yah?
Masa lagi romantis2 tiba2 lagunya langsung volume besar langsung ke reff pula, kayaknya gak cucok.
Dan yang kedua mungkin lagunya kurang bagus dan  cocok kali yah?

Intinya Soundnya gak ramah lingkungan, tiba2, dan langsung keras.

Kecewa 5:

Bersambung!
Nah loh Bersambung?

Kecewa nya dikit sih, karena saya sangat mengerti bagaimana susahnya memfilmkan sebuah novel.
Tapi tetep sajah film yang bersambung bagai menonton sinetron.

Saya lebih suka apabila film ini di jilidkan.

Maksudnya harusnya KCB versi 1 ini, tetep selesai alurnya, jelas berhentinya dimana, jangan dibiarkan ngambang begini. Jadi KCB 1 gak punya penyelesaian, dan klimaks.

————————–

Yah itu deh beberapa kekecewaan aku.
Tapi di balik kekecewaan ada juga rasa seneng yah, seperti contohnya di bawah ini.

Seneng 1:

Pemeran Azzam, Anna, dan Eliana Cocok sesuai karakter.

Dan salut buat pemeran Azzam dan Anna, karena walaupun ini sebagai penampilan perdana, acting mereka cukup bagus. dari 10 saya kasih 7!

Menurut saya sebagai pendatang baru 7 adalah 10 :)
Kalau Eliana udah pasti nilanya tertinggi, karena jam terbang juga tinggi :)

(di luar seneng!)
Furqon :( kaku banget,,, paling tidak suka giliran scene dia, terlalu berlebihan.

Seneng 2:
Banyak menunjukkan sisi2 Mesir yang lain.
Banyak scene2 pemandangan Alexandria.
Lumayan menambah pengetahuan tentang Mesir.

Plus juga, temen2 KCB ngomong Arab-nya lumayan fasih :good job:

Diluar itu:

Syukurnya di film ini kekonyolan 2 temen Azzam cukup menghibur.
Konyolnya bener2 konyol :)

Nah yang kedua yang sangat amat membantu adalah para pemeran Senior yang mainnya sangat amat alami. Salutt om Dedi and Om Didi.

Maaf membandingkan (bukan dengan Ayat-Ayat Cinta).
Menurut saya jauh lebih bagus film “Wanita Berkalung Sorban“!
Pesannya lebih bisa ditangkap, dan filmnya T.O.P banget :)