Kami satu keluarga dan beberapa staff telah mendaftarkan diri untuk ikut pemilihan umum (berjumlah kurang lebih 15 orang).

Namun anehnya pada tanggal 5 April datang orang yang mengirimkan kartu suara, dan kami hanya di berikan 4 Kartu untuk pemilihan, yaitu Ayah, Ibu, Kakak nomer tiga, dan Teman/staff saya.

Nah, lalu kemudian kakak saya yang nomer dua protes:

KK : ” Loh pak, yang lainnya mana? Masa cuman 4?”
Pengantar :” Memang udah mendaftar?”
KK :” Ya udahlah pak, masa tahun kemarin aja semuanya dapet, padahal tahun kemarin didaftarkan oleh orang yang langsung sensus ke rumah, masa tahun sekarang gak dapet padahal udah daftar langsung?”
Pengantar :” Aduh buk, saya gak tau, saya yang cuman nganter2 kartunya aja”
KK : “oh ya udah deh”
Pengantar “Tapi kalo ibu mau, langsung aja ke TPS yang terdekat minta suratnya tanggal 6 paling lambat”

Nah beberapa jam setelah itu kakak saya baru cerita.
Kemudian saya berpikir, suratnya saja datang tanggal 5 sore, nah kemudian paling lambat kita disuruh tanggal 6 untuk melapor kembali.

Masuk akal apa nggak sih?

Hanya selang 1 hari dan kita disuruh untuk bercapek ria melapor ke TPS terdekat?

Apa dia gak mikir kita ada kerjaan?

GImana sih maksudnya pemerintahan ini?

Kita disuruh jangan Golput!
Tapi kita udah sadar diri dengan mendaftar, eh malah tidak di daftarkan?

GAK BERES!
Namun, dengar2 isu, bakalan banyak yang GOLPUT pada pemilihan tahun ini.

Bukan saja karena keinginan probadi, tetapi banyak yg kasusnya kayak kita (Gak dapat Surat Suara).

Yang saya takutkan adalah, apabila ternyata kita sebenernya sudah terdaftar, namun kartu kita disalah gunakan oleh oknum2 biadap & keparat yang haus akan kekuasaan itu.

Apalagi, ada isu yang beredar melalu sms gelap, yang non-reply (gak bisa di balas kembali) mengatakan, kalau yanggak punya kartu suara, diperbolehkan agar langsung ke TPS pada hari H dan cukup tunjukkan identitas, maka atas persetujuann ketua TPS masing2 diperbolehkan?

Wah kalau begitu match banget kan?

Tapi sih tadi lihat di TV menteri “APALAH NAMANYA” udah ngomong kalau itu isu aja gak usah di tangepin.

EH iya btw, tepatnya tadi jam 8 PM, pada tanggal 8 April, saya mendapat SMS 0817205631 yang isinya adalah:

” Jangan Lupa Contreng No. 5 HANNA TIRAYOH Partai Damai Sejahtera No. 25 CALEG DPRD DAPIL @ BANDUNG. Mohon diteruskan kepada rekan2 sdr. Terima Kasih”

Alahh gila apa, ini namanya jelas2 sudah pelanggaran, massa masih sempat kampanye 1 hari sebelim pemilihan!

Udah gitu saya mau bales smsnya, eh gak bisa!
Gak bisa di bales and gak bisa di Telepon.

Bisa-bisanya pake sms gateway segala.
Dari mana saya tau? karena jelas2 saat ini saya di BATAM, tapi memang saya memakai nomer Bandung.
Nah dah gitu kok saya bisa dapet SMS dari Dapil Bandung.
Jadi nomer saya ini (operator yg bersangkutan) dah di scan sama dia.

HALAH!

MAKA DENGAN INI DIHIMBAU JANGAN MAU PILIH DAPIL CURANG KYA DIA!

Ya udah dech sekian aja.
Sebenernya banyak banget udah kecurangan2 yang saya lihat,  namun ini saja yang bisa saya utarakan saat ini.

Buat para juragan yan hendak memilih besok, pastikan pilihan kalian orang baik-baik, jangan yang modal tampang/modal iklan/modal ngomong doang.

Thank You.