keyno
Kemarin,, saat pulang dari Bali, aku transit ke Jakarta.
Kemudian,, pada saat dari Jakarta menuju Bandung, aku menggunakan travel.
Saat perjalanan sekitar pukul 01 Pagi, aku dikejutkan dengan sms duka dari temanku.

“Maaf Mengganggu mlm2… Cm mw ksh kabar… mlm ini tmn kita Agus Castaneda telah meninggal dunia krna sakit..”

Aku sempat tersentak, kok bisa?

Agus Castaneda adalah teman SMU -ku.
Dia juga merupakan kakak(abang) dari teman dekat ku semasa SMU yaitu Maria C.
Dia meninggal di usia 25 Tahun dikarenakan Liver.

RIP Ya Gus,,

Anyway,, Berpulangnya Beliau semakin Menyadarkan aku,,
Manusia itu hanyalah Daging Segar Yg Diberikan Nafas dan Otak oleh TYME.

Nafas kita sewaktu-waktu dapat hilang begitu saja. Tapi Otak kita terkadang gak pernah memahami betapa rapuhnya si Nafas. Otak terkadang terlalu terlena dengan duniawi.

Sepertinya aku sudah terlalu banyak kenangan pada teman2 ku yang sudah duluan menghadap Yang Esa.

Kadang Aku berfikir, sungguh tragis di usia yang Muda malah harus meregang nyawa. Mendahului kedua Orang Tuanya.

Beragam cara teman2ku berpulang.

Teringat Ketika Smu, ada alhm Sanusi, meninggal di usia sekitar 16 tahun. Ia meninggal dikarenakan kecelakaan lalu lintas. Ia meninggal karena tertabrak dan terseret oleh Mobil.
Salah siapa? salah beliau atau salah yang menabrak
Lagi2 aku menyalahkan otak.
Otak,, Sadarkah kamu bahwa kamu menanggung nafas?
Seandainya Otak sadar bahwa pada saat itu di tengah malam, di persimpangan lampu merah, dan mengendarai sepeda motor, seharunya Otak spontanitas dong mengurangi laju motor, mengikuti tanda lampu, melihat kiri kanan. Tapi kenapa malah Otak lebih terpancing kepada adrenalin akan pacu sepeda motor? Kenapa Otak justru lebih mementingkan sampai di tujuan tanpa memikirkan bagaimana cara yang tepat sampai di tujuan?

Dan dimanakan otak Sang Pengemudi Mobil? Sadarkan ia mengendarai Mobil, yang notabene mempunyai badan yang besar, meraung-raung menguasai jalanan, hingar bingar knalpot mengeluarkan asap kendaraan yang dipacu laju. Bukankah seharusnya otak secara naluriah harusnya memahami, betapa malam hari merupakan hari yang rawan dan fatal lalu lintas, harusnya Otak lebih peka dn tajam akan hal ini, sehingga sang pengendara mobil memacu kendaraan dengan sewajarnya.

Teringat juga pada beberapa tahun yang lalu saat seorang Teman bernama Rahman meninggal karena Liver.
Dua minggu sebelum meninggal, ntah karena Angin apa ia tiba2 menelepon, lama sekali, diakhir pembicaraan ia mengucapkan “Maaf” berulang-ulang.
Dasar “OTAK”ku yang bodoh malah dengan spontan berpikir,, “Kenapa sih minta maaf terus,, kayak udah mau mati aja” hahhhh dasar otak,,,
Benar saja 2 Minggu kemudian ia menghadap sang Khalik,,
Ia meninggal dunia dengan keadaan sakit dan Badan yang mengurus di usia skitar 25-an.

Ia terkena liver dikarenakan pola hidupnya yang terlalu “anak muda” yahhh minuman keras, merokok bak kereta api, makan tida teratur, dan yang pasti bergadang.

Lalu salah siapa? Yah salah otak lagi.
Otak adalah bagian tubuh manusia yang paling pintar, harusnya otak paham, bahwa tubuh itu bukan saja Media manusia dimana tempat melekatnya otak dan Nafas. Seharusnya Otak memahami bahwa betapa pentingnya tubuh itu, betapa ia memiliki Organ2 vital yang sangat harus dilindungi, dirawat dan dijaga.

Tetapi dasar Otak! Kenapa otak hanya lebih mementiingkan urusan luar? Badan yang seharusnya dijaga, malah dijadikan sekedar Media, dimana yang penting Otak yang Senang, bukan Tubuh yg Sehat. Otak malah lebih memihak pada kesenangan2 sesaat yang berakhir fatal buat tubuh, yang ujung2nya apa? Nafas lagi yang melayang,,,,

Mungkin bagi beberapa orang,,, tulisanku terlihat Gila, Bodoh dan Tidak Masuk Akal.
Tulisan yang membingungkan dan tak bermakna.

Tapi aku tau ada beberapa orang yang mengerti maksud dari tulisanku.

Sekian dulu :)