Huffffffffffftttt!

Menghela nafas panjang.
Di samping helaan keluar sedikit bunyi sumbang dari tenggorokan “huiiikkkhhh”

Yap,, aku lagi Sesak nih.
Rasanya tersiksa sekali kalau sesak begini.
Yang lebih menyiksa sesak ku ini bawaan dari kecil.

Dulu waktu kecil byk orang menyakinkan aku kalau Asma ku ini akan hilang seiring dewasa.
Tapi nyatanya Tweng,,,Tweng,,Tweng,,

Ahhhhh waktu ngetik ini aja,,, aku teruss ditemani sama bunyi “Hiiikkkk,,, Hueeeeekk,,, Houuukkkk,,”

Bunyinya gak konsisten,, kadang kaya bunyi kuda meringkik, kadang kaya bunyi sapi, kadang kaya bunyi Piggy yang ketakutan karena mau di sembelih dagingnya.

Tersiksa :(

Yang lebih aneh lagi adalah, bahwa badanku Panas dan tenggorokan sakit kalau besoknya atau 2 harinya mau dapat haid hari pertama.

Kalau gak di jaga keseimbangannya si Asma pasti ikutan nimbrung.

Nyebelin!

Huffffftttttt (huiiikkkhhhhh)

Aku jadi keinget sama Almarhum Kakek.
Denger2 kaakek juga pngidap Asma akut, dan beliau meninggal karena Asma,, klo gak salah.
Katanya muka beliau kebiru-biruan, karena kehabisan nafas.

Asma bukan barang baru di keluargaku.
Dulunya kakak nomer 3 ku juga Asma akut, tapi dia beruntung, begitu besar asmanya hilang.

Klo aku,,, sesaknya nempel terus,,,
Demam,tenggorokan sakit, batukberdahak, plus Asma,,, plus dateng bulan,,,

Ya ampyunnnn,,,,

God Need You Here, TS-nya kemana sih,, hambanya lagi sakit nih..

Anyway,, Sukur jari masih bisa diajak kompromi curhat ke Ngacir…

Ohhh Ngacirrrrrrrr,, help Nona-mu ini cirrrrrr,,