Beberapa hari ini, terhitung dari 3 hari yang lalu, suhu udara di Batam memang meningkat, sedang panas-panasnya. Kalau gak pakai AC gerah banget.

Setelah beberapa hari kegerahan dan panas, hari ini adalah puncaknya. Aku gak nyangka bahwa udara yang panas ini mempegaruhi amarah dan emosi. Biasanya sih ak ngadem di ac kantor atau palingan pergi keluar pke ac mobil. Tapi ini hari minggu, dan kebenaran aku nginep di rumah kakak, yg acnya cuman ada di kamar, sementara kmr tamu dan ruang tamu nya kaga dapat imbasan ac.

Hari ini semuanya jadi pemarah, tersinggung sedikit saja rasanya udah marah sampai keubun-ubun.
nada suara gak bisa rendah, semuanya tinggi dan semuanya pada ngotot.

Sudahlah panas, gerah, kelaparan pula tadi sore. Amarah rasanya gak bisa di pendam, masalah kecil mungkin terlalu dibesarkan, sehingga terjadilah “adu mulut” yang cukup hot dan mengesalkan plus menyesakkan.

Waduh,, gak menyangka udara yg panas ini membuatku yang jarang tersinggung, jarang bicara, yang hobbynya bercanda menjadi seorang pemarrah yang keterlaluan. Syukurnya perdamaian segera terjadi saat makan malam di “Rumah Makan Minang” :)

Ayam gulai, perkedel, smbel hijau dan seteguk air putih melumerkan amarah. Dan ternyata setelah dipikir2, ak sangat keterlaluan. Gan pantes ak utk membesarkan masalah kecil. Dan akhirnya aku memohon maaf :D

Dahhhh selesai masalah.

Namun masih ada beban di kepala.
Pekerjaan yang tak kunjung selesai dan menyita waktuku 4 bulan lamanya di kota Industri ini.
Rumah ku yg terlalu lama kutinggalkan hingga maling sempat membobol rumahku.
Dan yang pasti lebih besar pasak dari pada tiang.

semua benar2 di luar dugaanku.

mmhh menggerutu sudah berulang-ulang, tapi gak ada yg mendengarkan dan bisa membantu.

saat protes mereka hanya bisa bilang “Harus profesional dong dek” begitu aku bilang oke profesional, kembali mereka mengatakan :Ingat Juga donk keluarga”.

Aku benar2 bingung :D

Ya sudahlah, semoga yang diatas membimbingku . Aminnn << cuit cuit melankolis benar.

:) :)