Kenapa yah manusia gak pernah puas?

Walau sebenarnya aku harus bangga, karena apa yang aku raih hasil jerih payah sendiri, bukan minta-minta seperti cewe2 cengeng dan manja yg hidup di muka bumi ini.

Aku gak memungkiri dulunya aku cuma cewe manja yang berharap segala sesuatunya dipenuhi orang tua, yang gak perduli orang tua susah atau nggak aku harus tetep dapet yang aku inginin. Yang aku tau adalah “Orang Tuaku Kaya, Aku Bisa Dapat Apa Saja”.

Tapi beriringnya waktu, dan perjalanan hidup yang ternyata benar2 gak bisa di duga, aku sampai kepada titik ini, titik dimana aku harus memperjuangkan segalanya sendiri.

Waktu dulu, aku gak harus memikirkan makan, karena setiap waktu aku dapat makan semua jenis makanan yang aku inginkan, dan justrunya aku jadi sering lupa makan.

Namun, pernah suatu ketika saat aku berusaha hdp mandiri, aku pernah sampai tidak makan seharian, dan alternatifnya aku hanya makan bubur+masako selama 3 hari berturut-turut.

Minta uang kepada orang tua aku malu, maka aku harus memutar otak, apalagi di waktu itu belum ada pekerjaan.

Akupun belajar sesuatu yang sangat amat aku benci yaitu : Hutang!

Hahahah, aku mulai belajar berhutang di kedai bibi “Batak”, dan janjinya tentunya bayar di awal bulan.

Terus terang si bibi amat sangat membantu, namun tetap sja makan ku tidak teratur, karena terus terang ak bukan wanita yang pandai memasak, alhasil sering kali walaupun telah memasak terkadang sia2 karena tidak di makan.

Hayohh,,, putar otak lagi key,, putar!

Aha,,, aku dapat ide, bagaimana bila aku catering aja di ibu “Sunda” heheh
Biar hemat, nasinya masak aja sendiri ah, cukup catering lauk pauknya doang.
Tentunya kalau catering bayarnya nanti dong, awal bulan.

Tapi pernah juga loh aku juga ngutang tuh di tempat pak “Martabak”. Pernah waktu itu lagi hujan, aku baru pulang kuliah, dan terciumlah aroma maknyusss martabaknya, kebeneran belum makan ak waktu itu. Sampai di kontrakan, kebayang terus baunya, mulai berhalusinasi bentuk martabaknya.

Keju plus susu yang mencair di martbaknya, ahhhhh “kriuk,, Kriukk”
Aku ngeliat dompet, wah gila duitnya sih ada, tapi klo pakai sekarang, ak gak bisa aktifitas besok!
Sementara duit bulanan ku cair 2 hari lagi :(
Mencoba untuk memejamkan mata, tidurr aja kali2 nafsunya hhilang.
Eh salah ternyata semakin memejamkan, bayangan martabak keju tersebut semakin nyata!

Hiatttt! langsung berdiri, aku punya ide cemerlang nih!

Ting,,,,,, (ada lampu diatas kepala).

Aku kan juga termasuk salah satu pelanggan si bapak, gak mungkin dia gak percaya aku.
Bergegas melangkah kesana, sambil berpayung karena gerimis mengudang.

Kemudian dengan PD aku memesan.
Key : “Pak Martabak Kejunya 1 yah”
Bapak : “iya neng, susunya mau di banyakin gak?”
Key : iya pak, kejunya juga yah”
Bapak : :iya neng”

Beberapa menit kemudian

Bapak : “Inih neng”
Key : “Oh iya pak”
kemudian beracting merogoh-rogoh kocek, and kemudian berkata
Key: “Aduhhh pakkk dompetnya ketinggalan,,, bentar yah pak saya ambil dulu”
Bapak : “ohh ya udah ga apa-apa neng, bayarnya besok aja, sekarang udah malam , ujan pula”
Key : “Oh iya makasih ya pak!” yesssssssssss yesssssss yesss thank you bapak,,, don worry besok ets tepatnya 2 hari lagi aku bayar deh pak, pluss aku beli lagi martabak kejunya yang maknyuss..

Bersambunggggg,,,,,,