<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NGACIR ke Dunia Imajinasi &#187; Masa Lalu</title>
	<atom:link href="http://ngacir.com/category/masa-lalu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ngacir.com</link>
	<description>Ajang ber-IMAJINASI Tingkat Tinggi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 05:41:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Prosesi Kremasi Oma di Bali</title>
		<link>http://ngacir.com/prosesi-kremasi-ngacir/</link>
		<comments>http://ngacir.com/prosesi-kremasi-ngacir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 May 2009 10:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keyno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masa Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Menebarkan abu jenazah di laut]]></category>
		<category><![CDATA[Meninggal Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Kremasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngacir.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Good Bye Oma. Itulah yang hanya bisa kusampaikan kepada oma. Gambar diatas adalah ketika mertuaku terpaksa melepas ibundanya tercinta ke lautan lepas, tenang dan damai. Rasa haru tentu saja. Oma saya adalah seorang Kristiani. Tetapi ia terpaksa harus di Kremasi, itu disebabkan oleh sekarang ini, lahan untuk Pemakaman di Bali sudah tidak ada lagi. No, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i40.tinypic.com/dh7n1e.jpg" alt="" width="444" height="332" /></p>
<p>Good Bye Oma.</p>
<p>Itulah yang hanya bisa kusampaikan kepada oma.</p>
<p>Gambar diatas adalah ketika mertuaku terpaksa melepas ibundanya tercinta ke lautan lepas, tenang dan damai.</p>
<p>Rasa haru tentu saja.</p>
<p>Oma saya adalah seorang Kristiani. Tetapi ia terpaksa harus di Kremasi, itu disebabkan oleh sekarang ini, lahan untuk Pemakaman di Bali sudah tidak ada lagi.</p>
<p>No, no, bukan lahannya habis, tetapi karena memang Pemerintahan Bali tidak memberikan ijin lagi untuk membuka area pemakaman.</p>
<p>Kenapa? Yah tanya kenapa, namun apapun itu , dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung.</p>
<p>Kita harus menghargai apa yang sudah menjadi keputusan Pemerintah sana. Karena pasti mereka mempunyai alasan yang logik dan masuk akal, juga sangat berguna dengan kepentingan orang banyak.</p>
<p>Baiklah, selanjutnya, saya ingin menanyakan kepada kalian, apakah kalian ingin tahu prosesi kremasi sebenarnya?</p>
<p>Gambar berikut sebenarnya biasa saja, tapi tetap saya ingatkan buat yg kurang kuat mental, lebih baik tidak usah melanjutkan lihat.</p>
<p><span id="more-556"></span></p>
<p><img style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px" src="http://i42.tinypic.com/1z2j2m8.jpg" border="0" alt="" width="307" height="230" />Baiklah, pertama-tama saya akan memberitahukan bagaimana bentuk dari alat kremasi.</p>
<p>Nah disamping ini adalah bentuk dari alat kremasi. Lihat itu masih berasap?<br />
Tentu saja, karena oma baru saja di kremasi disana.<br />
Pada saat di kremasi, yang dimasukan kedalam oven tersebut bukan hanya tubuh saja, tetapi &#8220;peti&#8221; juga ikut masuk kedalam. Maka peti nya tersebut pun ikut terbakar dan luruh menjadi debu.</p>
<p>Nah jadi debu ini kemudian di masukkan kedalam kotak, dimana nantinya debu yang ini akan di taburkan di lautan/sungai/apapun itu tergantung yang diinginkan oleh keluarga.</p>
<p><img style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px" src="http://i41.tinypic.com/2afehj8.jpg" border="0" alt="" width="318" height="237" />Kemudian, ada suatu prosesi dimana, tulang dari jenazah tersebut, akan di agkat satu persatu oleh keluarga yang bersangkutan.</p>
<p>Tulang ini alaha tulang yang tidak luruh pada saat prosesi pembakaran.</p>
<p>Seperti gambar disamping ini, dimana suami saya sedang melakukan prosesi tersebut, ia sedang mengangkat tulang dari omanya.</p>
<p>Mungkin anda satu yg pertanyaan yang tersimpang di benak anda, bagaimana &#8220;bau&#8221; dari tempat itu, apakah baunya akan terasa seperti daging bakar?<br />
Tidak, yang ada hanya bau kayu terbakar.</p>
<p><img style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px" src="http://i42.tinypic.com/34dj7f6.jpg" border="0" alt="" width="318" height="238" /></p>
<p>Nah yang terakhir apabila kalian penasaran, kemudian apa yang terjadi dengan tulang-belulang tersebut.</p>
<p>Maka gambar disamping ini jawabannya.<br />
Ya benar, tulang belulang tersebut kemudian dimasukan kedalam alat penggiling, dimana tulang belulang tersebut nantunya kan lebur menjadi debu. Yang kemudian debu tersebut akan dimasukan ke dalam kendi.</p>
<p>Debu tulang belulang in yang umumnya dibawa oleh keluarga, sedangkan debu yang terbakar di tempat pembakaran tersebut, nantinya akan di taburkan ke dalam lautan.</p>
<p><img style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px" src="http://i40.tinypic.com/ftetfl.jpg" border="0" alt="" width="316" height="235" /></p>
<p>Prosesi terakhir adalah, menaburkan debu yang terbakar saat di prosesi pembakaran dengan peti mati tsb.<br />
Sementara debu tulang-belulang akan diserahkan ke keluarga, terserah apakah keluarga ingin menyimpannya disana, seperti sebuah loker, atau ingin membawanya.</p>
<p>Pada saat itu keluarga setuju untuk membawanya kembali ke Menado, agar debunya tersebut dapat dikuburkan bersama dengan orang tua dari oma.</p>
<p>Ya, itulah beberapa prosesi yang dilakukan.</p>
<p>Sekedar perenungan saja, apapun itu, nantinya manusia pasti akan mati.<br />
Dan nantinya manusia kembali menyatu dengan alam, melalui prosesi apapun itu.</p>
<p>Semoga oma diterima disinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngacir.com/prosesi-kremasi-ngacir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alkisah si Bocah Kampung</title>
		<link>http://ngacir.com/alkisah-si-bocah-kampung/</link>
		<comments>http://ngacir.com/alkisah-si-bocah-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 19:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keyno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masa Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Ayah]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Mmebangun]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[True Story]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngacir.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[Dia dulunya adalah hanya seorang bocah kampung. Kampungnya ini sendiri terletak di Sumatera Utara bernama Desa Perbulan yang apabila ditempuh melalui jalan darat/mobil akan memakan waktu 6-8 jam lamanya dari kota Medan. Untuk melalui perjalanan ini pun agak sedikit menegangkan, kita harus melewati jurang, dimana sering sekali terjadi longsor. Karena Desanya ini terletak di lembah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" src="http://i43.tinypic.com/2h3vfy1.jpg" border="0" alt="Sani Sembiring" width="174" height="222" />Dia dulunya adalah hanya seorang bocah kampung.</p>
<p>Kampungnya ini sendiri terletak di Sumatera Utara bernama Desa Perbulan yang apabila ditempuh melalui jalan darat/mobil akan memakan waktu 6-8 jam lamanya dari kota Medan.</p>
<p>Untuk melalui perjalanan ini pun agak sedikit menegangkan, kita harus melewati jurang, dimana sering sekali terjadi longsor. Karena Desanya ini terletak di lembah, jadi kita harus naik turun gunung baru sampai ke desa ini. Sungguh bukan perjalanan yang mudah untuk ke Desa Perbulan.</p>
<p>Mari kita alihkan pembicaraan kita ke kurang lebih 50 tahun yg lalu lamanya <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img style="float: right; margin: 0px 10px 10px 0px;" src="http://i139.photobucket.com/albums/q293/kein0/PapiKecil.jpg" border="0" alt="Bersama Nenek dan kedua Adiknya" width="251" height="403" /></p>
<p style="text-align: justify;">Bocah kampung ini bernama A. Sani sembiring. Dia sebenernya sama seperti bocah kampung lainnya.<br />
Namun yang membuatnya berbeda adalah apabila pada waktu itu ia sekeluarga tetap bersekolah.<br />
padahal untuk ukuran orang Kampung, banyak yang menilai sekolah itu belumlah terlalu penting (jangankan di desa, dikota saja pada waktu itu tidak penting).</p>
<p style="text-align: justify;">Namun bukan mudah juga untuk sekolah dimasa itu. Mengingat masih banyak penjajah berkeliaran (walaupun tidak begitu banyak penjajah yang samapai kesana pada tahun itu).</p>
<p style="text-align: justify;">Alkisah dahulunya beliau disekolahkan di sekolah yang mirip  seperti pesantren. Namun ntah bagaimana, akhirnya ia pun di ungsikan ke sekolah Belanda. Namun tetap syukurnya yang mengajar masih banyak orang Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti anak kampung lainnya, waktu senggangnya diisi dengan pergi memancing di sungai, bermain di sawah bersama adik dan memainkan kerbau, memanjat pohon kelapa, dan menembak burung.</p>
<p><span id="more-479"></span></p>
<p>Pada jaman dahulu &#8220;Alas kaki&#8221; merupakan barang mewah yang langka disana. hinggalah ia kemana-mana berkaki ayam alias telanjang kaki.</p>
<p>Karena memang telah didik disiplin, akhinrya beliau sampailah kepada masa akhir sekolahnya d SMU.</p>
<p>Ia berkeinginan kuat untuk melajutkan pendidikannya sampai ke bangku Kuliah.<br />
Namun ternyata niatnya ini sebenarnya kurang begitu di setujui oleh keluarganya.<br />
Begitu banyak pertentangan. Orang tuanya menganggap bahwa Hidup di desa Toh Juga Tidak Kekurangan, apalagi keluarganya bukanlah orang yang tidak mampu di desa, keluarga beliau merupakan orang yang terpandang di desa.</p>
<p>Namun ternyata beliau mempunyai keinginan dan keyakinan bahwa kelak ia akan menjadi orang yang sukses di di IbuKota.</p>
<p>Dengan bekal seadanya, ia pun pergi ke kota Medan, tanpa membawa restu orang tua.</p>
<p>Singkat Cerita, ternyata setelah beberapa lama di Kota Medan, dengan bergbagai cara dia akhirnya menempuh perjalanan ke Ibukota. Tujuannya apalagi kalau bukan Perguruan Tinggi Negeri yang konon irit biaya karena pada waktu itu disubsidi penuh oleh Pemrintah alias gratis tis <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Setelah mendaftar perguruan tinggi disana-sini, ternyata-oh ternyata nasibnya belum beruntung. Dimana-mana ia belum diterima. Namun memang dasar beliau pantang menyerah, bukannya kembali ke Kampung Halaman, beliau malah tetap ngotot untuk tinggal di P.Jawa (dimungkinkan juga karena takut malu <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  pulang dengan tangan hampa ).<br />
Dengan keadaan terlunta-lunta, akhirnya beliau pun menerima pekerjaan sebgai kenek di salah satu Bus Antar Kota Jakarta &#8211; Yogya/Jakarta-Solo dan lainnya.</p>
<p>Beliau merupakan anak yang sangat rajin dan telaten, sehingga sang sopir senang kepadanya. Suatu hari disaat sedang membersihkan dan menyapu bus, ia menemukan koran bekas. Di koran bekas tersebut ternyata ada iklan  dimana memberitakan Penerimaan Calon Mahasiawa CURUG, yaitu sekolah penerbangan negeri Indonesia.</p>
<p>Membaca berita ini, dengan semangat yang berkobar-kobar iapun segera mengikuti pendaftaran.</p>
<p>Hingga dimana pada Hari H akhirnya beliau pun mengikuti ujiannya.</p>
<p>Namun sayang, dikarenakan kurang persiapan dewi fortuna lagi-lagi belum berpihak kepadanya alias ia GATOT (Gagal Total).</p>
<p>Kegagalan ini bukannya membuatnya rendah hati ataupun lelah, malah menjadi pemecut semangatnya.</p>
<p>Ia merasa yakin bahwa sebnearnya ia nyaris saja keterima pabila ia melakukan persiapan yang matang.</p>
<p>Maka mulai hari itu ia pun melakukan persiapan. Dan sang sopir temannya tersebut pun yakin bahwa beliau sebnarnya anak yang pintar dan pasti mampu menaklukan ujian tersebut. Hingga akhirnya beliau memberikan sedikit bantuan (ntah dalam bentuk apa).</p>
<p>Singkat cerita, sampailah pada test berikutnya.<br />
Beliaupun akhirnya mengikuti test tersebut.<br />
Dan ternyata seperti dugaan, ia lolos menjadi salah satu calon penerbang Indonesia .</p>
<p>Setelah beberapa lama menjadi siswa di CURUG akhirnya tibalah saat yang mendebarkan yaitu kelulusan. Dan ternyata ia lulus dengan hasil yang sangat baik.</p>
<p>Kebanggaan yang dirasakan beliau bukan main.<br />
Apalagi beliau termasuk kedalam Orang ke-3 yang bertitel Pilot di Medan.<br />
Tentu saja namanya di Kampung pun menjadi Harum kembali setelah sempat di Cap anak keras kepala.</p>
<p>Selama berprofesi menjadi Pilot ia banyak wara wiri baik di Indonesia maupun Luar Negeri, hingga ia berakhir di salah satu Pilot perusahaan cargo Indonesia. Disana ia berkarir cukup lama, dan pernah diangkat menjadi manager operasional.</p>
<p>Beliau termasuk pensiun muda, yatu umur 45 tahun ia pensiun dari dunia penerbangan, walaupun sebenarnya ijin mengemudi pesawat masih sampai dengan umur 50 tahun.</p>
<p>Disaat ia pensiun, berbekal pengalaman nya dalam menjadi pilot perusahaan cargo, ia membuka usaha cargo kecil-kecilan pengiriman Barang Medan &#8211; Jakrta -Batam.</p>
<p>Walaupun jatuh bangun akhirnya perushaan ini berkembang cukup pesat, yang pada awalnya perusahaan ini berdomisili di Medan pada akhirnya Pusatnya berpindah ke Batam.</p>
<p>Satu yang tak pernah hilang dari beliau adalah &#8220;Hasrat adn semangat Kampungnya&#8221;. Walaupun berat segala rintangan ia jalani.<br />
Ia termasuk kedalam golongan &#8220;Talk Little, Action First&#8221;.<br />
Beliau juga merupakan sosok yang sangat amat Ramah dan Baik, jarang ngomong, dan berwibawa, namun tetap tegas.</p>
<p>Karena kegigihannya akhirnya sekarang ini beliau sudah mempunya perusahaan Cargo (pengiriman Barang) yg reguler mengirim Barang dr Batam (Indonesia) &#8211; Singapore bahkan Batam (Indonesia) &#8211; Worlwide.</p>
<p>Sekarang ini pun ia mempunyai saham di perusahaan Singapore yang juga bergerak di bidang Cargo.</p>
<p>Selain itu, ia juga dikenal sebagai Petani Buah Naga, karena ia memiliki kebun buah Naga yang cukup Luas. Awalnya ia hanya menanam beberapa pohon saja, namun begitu ia melihat bahwa tanaman ini sangat cocok tumbuh di Batam, maka iapun bercita-cita untuk membuat trade mark Batam sebgai Kota dengan oleh-oleh khasnya Buah Naga. Dan sepertinya Hal Itu hampir berhasil sekarang.<br />
Ia juga ingin merintis suatu usaha yang berhubungan dengan petani dan nelayan Batam khusunya (masih bellum di beritahukan apa). Ia ingin merintis usaha ini dengan alasan mengingat masa lalunya, dan juga ingin membantu orang tentunya.</p>
<p>Walaupun mungkin beliau tidak termasuk orang yang tersukses atau terkaya raya di Indonesia atau Batam , namun merupakan kebanggan yang luar biasa melihat sosok beliau.<br />
Dari bocah kampung mejadi kenek hingga menjadi pilot dan akhirnya menjadi pengusaha.<br />
Dan yang paling saya kagumi adalah semangatnya dan kejujurannya dalam menjalani hidup.</p>
<p>Beliau memang hebat.</p>
<p>Diatas hanya merupakan sebagain kecil saja yang saya tau tentang beliau,<br />
Sebenarnya hidupnya lebih berliku.<br />
Namun walaupun ia menceritakan sedikit dan susahnya mendapatkan cerita tentang masa dulunya ia tetap membuatku kagum.</p>
<p>Semoga Kisah Ini Menginspirasi Kita Semua.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Sepenggal surat kagum kepada Ayah,</strong></p>
<p>Ayah, terima kasih telah menjadi sosok yang begitu sempurna bagi kami keluargamu.<br />
Tersirat bahwa Hidupmu adalah keluargamu.<br />
Jatuh bangunmu untuk keluargamu.</p>
<p>Ayah, setiap hariku ku berterima Kasih kepada Tuhan.<br />
Tuhan terima kasih karena aku memiliki ayah yang sangat sempurna.<br />
Tuhan terima kasih karena ia begitu bertanggung jawab dan mencintai keluarganya.</p>
<p>Ayah, aku mencintaimu.<br />
Kau adalah Inpirasiku.<br />
Inginnya aku Sempurna sepertimu</p>
<p>Ayah sulit bagiku untuk sepertimu.<br />
Namun kucoba untuk tidak mengecewakanmu.<br />
Kuberusaha untuk Kuat sepertimu.</p>
<p>Terima Kasih Ayah.<br />
Terima Kasih Tuhan.<br />
Terima Kasih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngacir.com/alkisah-si-bocah-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Para Leluhur</title>
		<link>http://ngacir.com/foto-para-leluhur/</link>
		<comments>http://ngacir.com/foto-para-leluhur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 02:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keyno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masa Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[photo jadul]]></category>
		<category><![CDATA[photo leluhur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngacir.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Aku tuh bahagia banget rasanya. Soalnya ternyata aku masih bisa mengetahui bagaimana sih rupa kakek nenekku, bahkan sampai buyutku (ayah/ibunya kakek). Pertama saya akan menceritakan mengenai kakek nenek saya dari Ibu. Wah sayangnya saya sama sekali gak sempat mengenal mereka berdua. Saya cuman bisa mengagumi gaya &#8220;kota&#8221; mereka dijaman dahulu. Liat aja gaya pakaiannya sungguh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tuh bahagia banget rasanya. Soalnya ternyata aku masih bisa mengetahui bagaimana sih rupa kakek nenekku, bahkan sampai buyutku (ayah/ibunya kakek).</p>
<p>Pertama saya akan menceritakan mengenai  <span style="color: #990000;">kakek nenek</span> saya dari Ibu. Wah sayangnya saya sama sekali gak sempat mengenal mereka berdua.</p>
<p>Saya cuman bisa mengagumi gaya &#8220;kota&#8221; mereka dijaman dahulu.</p>
<p>Liat aja gaya pakaiannya sungguh &#8220;modis&#8221; dan &#8220;parlente&#8221; hehhe</p>
<p>Ibuku menceritakan kalau pada saat ia berumur 18 tahun, kedua orang tuanya sudah meninggal <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  yahhh so sad yahhh</p>
<p><span style="color: #000066;">Berikut photo2nya.</span></p>
<p><img src="http://i139.photobucket.com/albums/q293/kein0/biring.jpg" alt="kakek dan nenek" width="491" height="333" /></p>
<p>Nah berikut merupakan yang paling-paling akbar hehhe.</p>
<p>Dia adalah photo <span style="color: #990000;">kakek buyutku</span> dari ayah.<span id="more-275"></span></p>
<p>Perhatikan wajahnya saat di photo, seperti menatap bingung ke arah kamera. Photo itu sendiri tercipta sekitar tahun 1920-an. Yang tercipta karena beliau naik haji, jadi setiap jemaah haji wajib mempunyai satu photo pengenal. Sayang  kakek buyutku meninggal di usia yg tergolong muda sekitar 50-an</p>
<p><span style="color: #003300;">Berikut photonya.</span></p>
<p><img src="http://i139.photobucket.com/albums/q293/kein0/bolang.jpg" alt="kakek buyut" width="301" height="428" /></p>
<p>Nah  kalau ini <span style="color: #990000;">nenek buyutku</span> ya istrinya si kakek buyut. Ia di photo saat berusia 50an. Dan ohiya dia sedang berfoto bersama cucu2nya. dan salah satunya ada ayahku loh (itu tuh yang paling besar hehehe). TUh liat itu photonya dalam rangka hari raya di tahun 1962</p>
<p>Menurut ayahku nenek buyut merupakan nenek yang baik banget dan sayang banget sama cucu-cucunya.</p>
<p><span style="color: #000066;">Nih photonya:</span></p>
<p><img src="http://i139.photobucket.com/albums/q293/kein0/PapiKecil.jpg" alt="nenek buyut" width="348" height="551" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Oh iya kalau <span style="color: #990000;">nenek</span> ku dari Ayah masih ada sampai saat ini. Usianya dah 90 tahun loh!</p>
<p>Tapi nenek ku yang satu ini memang hebat bener, saat ini dia tinggal seorang diri di Kampung kami. Eitss jangan berfikiran kok kejam banget kami gak mau ngajak dia ke kota!</p>
<p>Sebenernya kami dah mati2an membujuk dan merayu nenek agar tinggal bersama kami, tapi dia gak mau dan ngotot utk tinggal disana.</p>
<p>Yah mau gimana lagi yah saya sih ngerti pasti sulit utk meninggalkan kampung halamannya tempat dimana dia menghabiskan hampir seluruh hidupnya disana. Lagi pula dia mempunyaai banyak kenangan indah pastinya dengan kakek-ku.</p>
<p>Tapi guys tenang aja, kami gak pernah lupa kok utk mengunjungi beliau ke kampung halaman kami, meskipun kami harus menempuh perjalanan yg cukup panjang karena harus melalui transportasi udara dan darat (nenek saya kebeneran tinggal di desa Perbulan, 6 jam dari medan menggunakan mobil, dan kami harus banyak melewati jurang2 yang mana sering banget jalannya longsor).</p>
<p>**Nih dia photo nenek saya saat &#8220;Ramadhan 2008&#8243;</p>
<p><img src="http://i139.photobucket.com/albums/q293/kein0/bayang3.jpg" alt="saya dan nenek" width="430" height="602" /></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Btw yang terakhir adalah <span style="color: #990000;">kakek</span>-ku.</p>
<p><img src="http://i139.photobucket.com/albums/q293/kein0/Untitled-1.gif" alt="Bolang&amp;Bayang" width="510" height="323" /></p>
<p>Sayang aku gak pernah berjumpa beliau <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi dari cerita2 ayahku, membuat aku salut pada beliau.</p>
<p>Ohiya ada 1 cerita yang beliau ceritakan yang buat aku tertakjub-takjub.</p>
<p>Jadi pada jaman dahulu, saat kakek ku hendak menunaikan ibadah haji beliau harus menempuh perjalanan selama 4 bulan, padahal ibadah hajinya sendiri hanya 2 bulan, jadi perjalanannya juga menempuh 2 bulan.</p>
<p>Beliau harus menaiki kerbau bersama rombongan haji lainnya untuk ke kota medan yang menghabiskan waktu 1 minggu.</p>
<p>Kemudian beliu melanjutkan perjalanan dengan kereta untuk ke pelabuhan, dan kemudian terakhir menuju Mekkah menggunakan kapal laut yang menghabiskan waktu 1 bulan.</p>
<p>Hehehhe saya paling takjub waktu mendengarkan beliau menggunakan kerbau!</p>
<p>Menurut ayah kakek merupakan sosok yang sangat disiplin, tapi penyayang. Sayang beliau meninggal termasuk di kategori usia yang belum terlalu tua.</p>
<p>Ya udah cukup sekian ajah.</p>
<p>Belakangan saya baru menyadari kalau asal usul merupakan bagian yang penting dalam hidup kita.</p>
<p>Saya mulai sekarang bertekad untuk akan selalu mengabadikan setiap photo para leluhur saya kedalam website, karena apabila teronggok di photo album saja, maka bisa usang dan rusak.</p>
<p>Kalau kamu gimana? Punya gak photo2 nenek sampai moyang2mu <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>hehhe gak ada salahnya mulai sekarang kita care!</p>
<p>karena gak ada mereka ya gak ada kita <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngacir.com/foto-para-leluhur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ohhh So Cuteee!</title>
		<link>http://ngacir.com/ohhh-so-cuteee/</link>
		<comments>http://ngacir.com/ohhh-so-cuteee/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 19:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>keyno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masa Lalu]]></category>
		<category><![CDATA[foto masa kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ngacir.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Lagi oprak aprik kamar ,, ketemu photo satu ini,,,   wakwakwakkawkwak cute banget ya bokk,,, norak juga sih T_T tapi maklum lahhhh tahun 90-an gitu heuhuehuehue heuheuhe gak keliatan jelas itu tahun berapa,,, yang ada cuman tgl ama bulannya doang,, yaitu tgl 11 bulan 2,, tp perkiraan sih itu umur 5 tahun-an jadi sekitar tahun 1992.. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi oprak aprik kamar ,, ketemu photo satu ini,,,<br />
<img src="http://i139.photobucket.com/albums/q293/kein0/kei_small.jpg" alt="small kei" width="254" height="377" /></p>
<p> </p>
<p>wakwakwakkawkwak<br />
cute banget ya bokk,,, norak juga sih T_T<br />
tapi maklum lahhhh tahun 90-an gitu heuhuehuehue</p>
<p>heuheuhe gak keliatan jelas itu tahun berapa,,, yang ada cuman tgl ama bulannya doang,, yaitu tgl 11 bulan 2,, tp perkiraan sih itu umur 5 tahun-an jadi sekitar tahun 1992.. ntuhh gi d rumah medan kayaknya.</p>
<p>Bokk,, keliatan banget kan dari mukanya,, calon artis terkenal <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>hawuhwahuawhuawh</p>
<p>inget bgt gw sama tuh baju,, baju kesayangan gw tuh jaman dulu,, hehehue<br />
inget juga dulu tuh,,, aku tuh tomboy banget, plus ditambah faktor ortu yang tergila-gila sama demi moore,, jadi setiap potong rambut,,, aku selalu gaya demimoore,, pendek2 gak jelas,,, heuhuehu</p>
<p>Sukurnya gedenya jadi cewe feminim,, hueahuaeh</p>
<p>uhhh so adorable <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat menikmati wajah lucu ku di jaman dahulu heuhehuehu <img src='http://ngacir.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ngacir.com/ohhh-so-cuteee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

