Archive for the ‘ Curhat ’ Category

Hi Lee Min Ho

How are you?

Awalnya akyu liat kamyu di sinetronn ,, eitss sori bukan sinetron denggg mangnya Indonesia,, back to topic,, di serial Drama “Boys Before Flower”
Sumpah yee,, rambut ente gazebo banget disana,, kriwil2 gak jelas,,, plus actingnya “ngasuin” banget!
Bukannya aku suka serial drama korea malah jadi benci banget,,, fiuhhh
Pokoknya gara2 ente,, semua serial drama Korea gw jadi anti,, gak mau tau deh di IMDB ratingnya setinggi apa
pokoknya “ALERGI”!
Semua yang rambutnya turun2 kebawah ala korea pun langsung ai cap sebagai Alay-erssss.
Pokoknya Ente penyebabnya…

Tapi after nonton The Heirs,, gilee,, jadi cintrong cyinn,,
Kagum banget sama elo yg bisa mukanya gak berubah malah makin muda padahal dah hampir 1 dekade hehehhe.
Plus aktingnya ente,, cyinnnn cucok bokkk.
Dari haters jadi Fans,, yahh manusia sihh biasa berubah-ubah (power rangers aja boleh masa kita gak boleh).

Eh btw lee min ho kalau elo baca surat terbuka ini,,, (ngarep)
ini sebenernya bukan surat terbuka kok,, cuma eike lagi bt aja,,, lagi galau karena 2 hari lagi mau bayar cicilan duta-nya belum ada cyinn,,

Remponggggggg.

The end – Ps: I Love You!

Reaksi-Hati

Buat komik,,

cuma untuk untaian kata hati (prikitiew).
Bukan berarti gak ada minat ama salah satu kandidat Presiden,,
Capresnya si udah sreg,,
tapi klo Cawapressnya gak sreg,, males juga nyoblos :D

EItS!! hati-hati Gak nyoblos katanya Haram loh! nah truz? jangan truzz,, belok kiri juga boleh :D (hapah coba)

Nih untaian kata hati ane gan,,,
Pemeran Pria Utama Mister Onel namanya:

*
*
pemiluPresidenLucu

*
*

IUntuk menghindari Doa itu maka bagi para golputers,, mulai sekarang berganti aliran saja,, menjadi cobloser.
Coblos sana coblos sini,,, biar gak dosa,, adil dan makmur rakyat sentosa ,, huffttt

WordPress for android

Ahai..
Today…
Yak sodara sodara…
Hari ini sepertinya aku bakalan mulai mengupdate update ria blog tersayang….
Dikarenakan mulai hari ini aku da instal wordpress for android nya.

Woah so easy and nice.
Login nya cepet dan gak bertele-tele.

Yhe most important think  kalau da kejadian aneh aneh or apa lah yang “you need to know” bisa langung “cetrek”
Langsung deh di posting ke my dearest ngacir.

Btw buat para fans terima kasih atas support kalian.. tanpa kalian saya bukan siapa siapa.. wkwkwkkwwk belagak artis

×××Tertanda emak narsis×××

Apa gunanya menjadi haters?

haters itu dimiliki oleh artis2 ngetop, semisal anggun, agnes monica, bahkan sekelas fatin aja udah banyak hatersnya.

Menjadi haters bagi seseorang itu terkadang “penting” banget, sampai ngelacak di sumber aneh-aneh, sampai belain sumber nya yg bilang A secara naluri di kembangkan menjadi ABCDEFG.

Membenci orang adalah hal lumrah.
Misalnya aja aku kurang suka sama Mayang sari (ya elaahhh jadul maknyus)
karena sbg ibu rumah tangga rasanya benci bgt dia ngerebut suami org dan bapaknya orang lain.
Paling banter kalau ngeliat dia di tv grutu-grutu sendiri, atau lekas ganti channel.
Tapi udah sampai segitu aja, gak lantas harus buat artikelnya panjang lebar sampai buatin daftar “misalnya” 10 kejelekan mayang sari.
Atau mungkin menguntit facebook atau twitternya untuk bilang yg nggak-nggak sama dia, bukan sekali, terkadang timelinenya itu samai ada 10x lebih mention si artis. Gak di bales penasaran di bales makin penasaran hehhe

Sekedar iseng ganggu-ganggu kecil gak apa2.
Misal nyentil-nyentil di twitter sedikit, paling cuma 1-2x.
Ini terkadang Haters memiliki posesif yg lebih besar ketimbang fans,, walah aneh itu namanya.

Semua orang punya kehidupan pribadi, gak enak tau rasanya pribadi kita di campuri.
Apalagi di campuri sama orang yg sama sekali gak dikenal.

Entah bagai mana kita bisa membenci seseorang begitu luar biasa.
Sehingga bisa menjadi haters pastilah memiliki sebab.
Yang pasti berawal dari mata yang gak sreg, turun ke hati (ya elahhh)
Yang pasti dari kekurangan sreg kita itu, terkadang hal-hal kecil yg tidak menarik,s erasa menarik untuk di bicarakan haters.
Misalnya ada rambutnya 1 helai yg kriting, fans kadang gak merhatiin, eh si haters bilang “aduhh katanya orang kaya tapi itu ada 1 helai rambut keriting”

Jadi kesimpulan saya haters itu adalah sebenarnya memiliki kasih sayang yg lebih besar ketimbang fans, karena mereka rela nyari info sana sini, dan kritik sana sini, nasehatin sana sini.
Ya kalau fans biasa kan, apa kata artisnya nggeh-nggeh saja.
Nah kalau hater adalah Penggemar yang sebenarnya sangat fanatik dan posesif, hanya saja mereka nggak mau dibilang fans, gengsi gitu saudara-saudara.

Oh ya untuk para haters di seluruh dunia
Lebih mudah mengkritik dari pada dikritik.
Lebih mudah menasehati dari pada di nasehati.

Skill atau ijazah?

Bukan cuma di Indonesia aja, mungkin banyak negara yang memang mengandalkan nilai di atas kertas alias”ijazah” dibandingkan dengan skill.

Salah?

nggak juga sih, kasian juga kalau yang udah capek-capek kuliah, bayar uang kuliah mahal-mahal, tapi gak kepake ijazahnya.

Walaupun ya,, gak di pungkiri kalau sekarang banyak juga yang kuliah cuma mau ngambil gelar “sarjana”nya doang.

Makanya menjamur kampus abal-abal, yang sarjana kadang cuma 2,8 tahun aja udah lulus.  (and di sini saya mengakui kampus saya yang dulu kurang lebih seperti ini, padahal kampus IT swasta pertama di Bandung, tapi sekarang lebih ngejar komersil).

Btw back to topic!
Kadang kasian ngeliatin teman punya skill bagus, yang gak jarang diantaranya otodidak, tapi berakhir tragis kalau dapetin pekerjaan.
Beda dengan orang yang udah punya ijazah, bisa dapat kedudukan yang cukup “lumanyun” di perusahaan,, santai gaji gede, kerja seperlunya, tapi ilmunya belum tentu lebih banyak dari temen kita yang blom ada ijazah nya.

Ada juga sih memang orang yang sudah punya ijazah, tapi toh belum tentu mendapatkan posisi, gaji, dan pekerjaan yang di cita-citakannya. Ayo ngaku siapa yang seperti ini ? :mrgreen:

Kalau menurut aku perkara ijazah ini “Tragedi” < lebay!

Kalau di tanya, banyakan mana orang sukses yang  punya ijazah apa kagak, otomatis yang punya ijazah.

Tapi toh yang kagak punya ijazah rata-rata yang memonopoli sitem perbisnisan, terutama teknologi. Gak usah lah yah di jelasin siapa, cari aja ke google, rata-rata orang gede teknologi pada lulusan  “DO” kampus.

Sistem perusahaan pun kacau, coba aja kalau liat di koran, semua rata-rata udah matok S1 untuk di rekrut.

Seakan-akan D3 kebawah itu gak kepake,, bahkan “invisible”

Kasimannn kasimannn,,,

Di negeri Uncle Sam sana,,
Perusahaan gedenya rata-rata sudah kebanyakan mencari karyawan berdasarkan skill.

Jadi paling di utamakan adalah sesi test psikologi dan keahliannya, lalu wawancara, kemudian nilai yang paling terakhir adalah angka-angka di ijazah.

Aku berdoa banget, semoga suatu saat kelak, perusahaan di Indonesia ini pun mau seperti itu.

Kalau Indonesia mau maju, eittss kejauhan lah yah,,, cukup kalau perusahaan mereka mau maju, lebih baik hilangkan unsur:

1. KKN << ini yang paling utama,,  biasanya isi perusahaan cuma sanak saudara, temen dan tetangga aja isinya .. kacaww

2. Penilaian terlalu tinggi terhadap “Kertas Angka” alias ijazah!

Dua itu doang sih,,,
kedepannya mungkin lebih baik cari yang benar-benar mampu sesuai dengan bidang yang di cari.

Last but not least,,
Bravi sepak bola Indonesia !!!!!!!!! :mrgreen: