Archive for the ‘ Curhat ’ Category

Apa gunanya menjadi haters?

haters itu dimiliki oleh artis2 ngetop, semisal anggun, agnes monica, bahkan sekelas fatin aja udah banyak hatersnya.

Menjadi haters bagi seseorang itu terkadang “penting” banget, sampai ngelacak di sumber aneh-aneh, sampai belain sumber nya yg bilang A secara naluri di kembangkan menjadi ABCDEFG.

Membenci orang adalah hal lumrah.
Misalnya aja aku kurang suka sama Mayang sari (ya elaahhh jadul maknyus)
karena sbg ibu rumah tangga rasanya benci bgt dia ngerebut suami org dan bapaknya orang lain.
Paling banter kalau ngeliat dia di tv grutu-grutu sendiri, atau lekas ganti channel.
Tapi udah sampai segitu aja, gak lantas harus buat artikelnya panjang lebar sampai buatin daftar “misalnya” 10 kejelekan mayang sari.
Atau mungkin menguntit facebook atau twitternya untuk bilang yg nggak-nggak sama dia, bukan sekali, terkadang timelinenya itu samai ada 10x lebih mention si artis. Gak di bales penasaran di bales makin penasaran hehhe

Sekedar iseng ganggu-ganggu kecil gak apa2.
Misal nyentil-nyentil di twitter sedikit, paling cuma 1-2x.
Ini terkadang Haters memiliki posesif yg lebih besar ketimbang fans,, walah aneh itu namanya.

Semua orang punya kehidupan pribadi, gak enak tau rasanya pribadi kita di campuri.
Apalagi di campuri sama orang yg sama sekali gak dikenal.

Entah bagai mana kita bisa membenci seseorang begitu luar biasa.
Sehingga bisa menjadi haters pastilah memiliki sebab.
Yang pasti berawal dari mata yang gak sreg, turun ke hati (ya elahhh)
Yang pasti dari kekurangan sreg kita itu, terkadang hal-hal kecil yg tidak menarik,s erasa menarik untuk di bicarakan haters.
Misalnya ada rambutnya 1 helai yg kriting, fans kadang gak merhatiin, eh si haters bilang “aduhh katanya orang kaya tapi itu ada 1 helai rambut keriting”

Jadi kesimpulan saya haters itu adalah sebenarnya memiliki kasih sayang yg lebih besar ketimbang fans, karena mereka rela nyari info sana sini, dan kritik sana sini, nasehatin sana sini.
Ya kalau fans biasa kan, apa kata artisnya nggeh-nggeh saja.
Nah kalau hater adalah Penggemar yang sebenarnya sangat fanatik dan posesif, hanya saja mereka nggak mau dibilang fans, gengsi gitu saudara-saudara.

Oh ya untuk para haters di seluruh dunia
Lebih mudah mengkritik dari pada dikritik.
Lebih mudah menasehati dari pada di nasehati.

Skill atau ijazah?

Bukan cuma di Indonesia aja, mungkin banyak negara yang memang mengandalkan nilai di atas kertas alias”ijazah” dibandingkan dengan skill.

Salah?

nggak juga sih, kasian juga kalau yang udah capek-capek kuliah, bayar uang kuliah mahal-mahal, tapi gak kepake ijazahnya.

Walaupun ya,, gak di pungkiri kalau sekarang banyak juga yang kuliah cuma mau ngambil gelar “sarjana”nya doang.

Makanya menjamur kampus abal-abal, yang sarjana kadang cuma 2,8 tahun aja udah lulus.  (and di sini saya mengakui kampus saya yang dulu kurang lebih seperti ini, padahal kampus IT swasta pertama di Bandung, tapi sekarang lebih ngejar komersil).

Btw back to topic!
Kadang kasian ngeliatin teman punya skill bagus, yang gak jarang diantaranya otodidak, tapi berakhir tragis kalau dapetin pekerjaan.
Beda dengan orang yang udah punya ijazah, bisa dapat kedudukan yang cukup “lumanyun” di perusahaan,, santai gaji gede, kerja seperlunya, tapi ilmunya belum tentu lebih banyak dari temen kita yang blom ada ijazah nya.

Ada juga sih memang orang yang sudah punya ijazah, tapi toh belum tentu mendapatkan posisi, gaji, dan pekerjaan yang di cita-citakannya. Ayo ngaku siapa yang seperti ini ? :mrgreen:

Kalau menurut aku perkara ijazah ini “Tragedi” < lebay!

Kalau di tanya, banyakan mana orang sukses yang  punya ijazah apa kagak, otomatis yang punya ijazah.

Tapi toh yang kagak punya ijazah rata-rata yang memonopoli sitem perbisnisan, terutama teknologi. Gak usah lah yah di jelasin siapa, cari aja ke google, rata-rata orang gede teknologi pada lulusan  “DO” kampus.

Sistem perusahaan pun kacau, coba aja kalau liat di koran, semua rata-rata udah matok S1 untuk di rekrut.

Seakan-akan D3 kebawah itu gak kepake,, bahkan “invisible”

Kasimannn kasimannn,,,

Di negeri Uncle Sam sana,,
Perusahaan gedenya rata-rata sudah kebanyakan mencari karyawan berdasarkan skill.

Jadi paling di utamakan adalah sesi test psikologi dan keahliannya, lalu wawancara, kemudian nilai yang paling terakhir adalah angka-angka di ijazah.

Aku berdoa banget, semoga suatu saat kelak, perusahaan di Indonesia ini pun mau seperti itu.

Kalau Indonesia mau maju, eittss kejauhan lah yah,,, cukup kalau perusahaan mereka mau maju, lebih baik hilangkan unsur:

1. KKN << ini yang paling utama,,  biasanya isi perusahaan cuma sanak saudara, temen dan tetangga aja isinya .. kacaww

2. Penilaian terlalu tinggi terhadap “Kertas Angka” alias ijazah!

Dua itu doang sih,,,
kedepannya mungkin lebih baik cari yang benar-benar mampu sesuai dengan bidang yang di cari.

Last but not least,,
Bravi sepak bola Indonesia !!!!!!!!! :mrgreen:

Mhh terus terang pengiriman ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapore amat sangat mahal, padahal saya sebagai seorang pelukis banyak mendapatkan orderan kesana.

Dan yang lebih anehnya adalah kalau pengiriman ke luar negeri mahal,, dan sebaliknya mengirim dari Malaysia atau Singapore ke Indonesia relatif murah?

Kebanyakan biasanya customer dari luar negeri begitu udah tau berapa kena biayanya langsung drop.

Bayangin aja, mereka belanja Rp 1.500.000 ongkos kirim Rp 1.300.000?

Haahhh siapa yang mau??

Okey untuk informasi berikut Tarif pengiriman Barang oleh POS Indonesia (EMS) dari

Bandung ke Malaysia (termasuk semua daerah kuala lumpur, johor, dll):

1 Kg = $ 17.5
2 Kg = $ 20.3
3 Kg = $ 31.8
4 Kg = $ 40.2
5Kg = $ 48.8
Diatas 5 kg maka setiap 0.5 Kg selanjutnya = $ 4.2

Dari Bandung ke Singapore:

1 Kg = $ 15
2 Kg = $ 22.5
3 Kg = $ 28.8
4 Kg = $ 36.9
5Kg = $ 45
Diatas 5 kg maka setiap 0.5 Kg selanjutnya = $ 4.1

Okey segotu aja, apabila ada yang ingin bertanya seputar pengiriman dari Bandung ke Malaysia atau Bandung ke Singapore Insya Allah akan saya bantu.

Cheers :)

Tuhan, apa Agama MU?

Ya aku mengerti ada sesuatu yang kadang,, sebenarnya cukup menjadi pertanyaan di dalam hati kita saja.
Tapi mungkin ,, mmmhh apa ya,,, gimana kalau aku bilang “tukar fikiran” ini dapat menenangkan dan mengutarakan apa yang bergjolak di hati ini(ciye dh kya lagu dangdut.. gejolak jiwa :mrgreen: )

Dengan sangat sadar bahwa tulisan ini sedikit kontroversi.

Aku gak tau,, apakah kalau orang membuat buat blog itu,, buat judulnya dulu atau buat isinya dulu kemudian menarik kesimpulan dari cerita yang akan di jadikan judul.

Ya sudahlahh ,,, apa pun itu,,  ini yang ingin aku angkat menjadi topik hari ini

Tuhan apa Agama MU?

Read the rest of this entry »

Okey,,?

SImple aja sih sebenarnya.

Kenapa setiap orang yang aku kenal di dunia maya (inget ya setiap orang! artinya dari 10 ya 10-10 nya begitu).
Semuanya begitu ketemuan beda banget!

Ada yang klo di forum atau chat, ngomongnya sok kejam, killer, dingin, eh begitu ketemu plintat plintut, malu-malu kelu, diem-diem nungging,,

Eh ada juga yang kayanya di maya nya sopan, berwibawa, berkarakter, begitu ketemu KOK! malah gatel minta di garuk pake sekop kali tuh orang yah!

Sedangkan saya sendiri, yah beginilah saya, tidak sombong, baik, gemar menabung, mengupil di kamar mandi, menahan kentut apaila banyak orang, ibu rumah tangga dengan 2 orang anak yang lucu.

I am so ordinaryyyy (oh please :mrgreen: )